Why Do Teenagers Not Have Much Confidence in Indonesia?

Gambar

Confidence is belief in yourself and your ability – belief in what you are doing no matter someone else says about your ability. Confidence is shown up by an action that is derived from the owner of it. The characteristics of people that have it are as follows.

  1. Love their own self than the others
  2. Optimistic
  3. Have a great ability to speak up
  4. Feel that s/he has a great power

(Sometimes some people have it and the other does not.)

If we talk about confidence and think it more closely, we will think that the most important thing in it is youngster – the youths their selves. They still have much enthusiasm, energy, and goals. In the world of youths, they do not have firmness in their souls. They are easily influenced. In addition, if they are influenced negatively and bring their confidence in their souls, they will become a crime that will endanger all living creatures. Nevertheless, if they are influenced positively and bring their confidence in their souls, they will become a future leader that will lead many people to success. So that, I divide confidence into two, they are negative confidence and positive confidence. However, nowadays the youngsters or teenagers have less positive confidence in Indonesia.

Why do I conclude such a thought?

Okay, take a look bellow!

  • Drugs users
  • Corruptors
  • Drunkards
  • Other criminal actions

It increases, right?

They have much confidence but not in positive way. It looks terrible.

What about this one?

  • The great leaders
  • Honesty
  • Pureness

All above are gone… L

The people of Indonesia miss the great leader so much. As we can see the phenomena of Jokowi, many people hope that he will become the president of Indonesia. However, he does not want to show up in president election. He wants to focus and finishes his job as the governor of Jakarta.

Therefore, we are back to the topic that I say. “Why do teenagers not have much confidence in Indonesia?” Many factors cause it. But I will mention some of them, that are as follows.

  1. Environment where they grow up
  2. Family
  3. Friends
  4. Wants

All of factors that I have mentioned is just the construction of one word, i.e. support from.

How can we overcome this problem?

The problem is solved in the smallest range, i.e. family. The family gives a good education about being able to show up but s/he can control the confidence for a good purpose only. Then, it is wider to the environment that should be suitable to the teenagers for growing up in positive way.

Iklan
Categories: My Thoughts | Tag: , | 2 Komentar

الحضارة الإسلاميّة

كانت الجزيرة العربيّة قبل ظهور الإسلام تعيش في ظلمات الجهل والتّخلّف، رغم أنّ حولها كانت توجد حضارتان عظيمتان (الفارسيّة والبيزنطيّة)، ولكن الجزيرة العربيّة لم تتأثّر بهما كثيرا لأنّ أغلبيّة سكّانها كانوا من قبائل البدو، وكانت الأمّيّة منتشرة بينهم. ولهذا السّبب لم يستطيعوا أن يستفيدوا من الحضارات المجاورة لهم.

ولكن ومنذ اليوم الأوّل من ظهور الإسلام بدأت الأحوال تتغيّر، وذلك لأنّ أوّل آية نزلت من القرآن الكريم كانت كلمة “إقرأ”. هذه الآية استطاعت أن تغيّر التّريخ الإنسانيّ, ليس في الجزيرة العربيّة وحدها بل في العالم كلّه، حيث أنّها تحثّ على القراءة الّتي تعتبر مفتاح المعرفة، وهي لاتقيّد الإنسان بقراءة علم محدّد وإنّما أطلقت له الحرّية ليقرأ في أنواع العلوم المختلفة، وهذا ما استجابت له الأجيال الأولى من المسلمين، فاجتهدوا في القراءة واكتساب المعرفة وترجمة العلوم من الحضارات الأخرى، وأقاموا الجامعات والمعاهد والمدارس في كثير من المدن العربيّة كدمشق وبغداد والقاهرة وغيرها حيث تعتبر الجامعات الإسلاميّة الّتي كانت موجودة آنذك هي أولى الجامعات في العالم: كجامعات الأزهر وجامعة الزّيتونة وجامعة القرويّين وغيرها.

وبالإضافة إلى هذه الجامعات فقد إنشاء مكتبات ضخمة املأت بأهّمّ وأنفس الكتب والمراجع والمخطوطات النّادرة الّتي ساعدت على بروز علماء المسلمين في جميع العلوم، فصار بعضهم روّادا لكثير من العلوم، كالكيمياء والفيزياء والرّياضيّات والطّبّ والصّيدلة والفلسفة والزّراعة والجغرافيا

وغيرها من العلوم الّتي كانت أساسا لبناء الحضارة الإسلاميّة ومصدرا للحضارة الغربيّة الحديثة الّتي استفادت كثيرا من الحضارة الإسلاميّة في الأندلس (إسبانيا).

وإذا كانت الحضارات القديمة تجهل الطّريقة التّجريبيّة وتحتقرها، ولاتهتمّ إلاّ بالدّراسة النّظريّة المجرّدة، فإنّ الحضارة الإسلاميّة تهتمّ بالعلوم التّجريبيّة. وكان الفلك والرّياضيّات والطّبّ اولى العلوم الّتي لفتت أنظار علماء المسلمين.

و من أشهر علماء المسلمين: ابن سينا، وابن خلدون، وابن الهيثم وجابر ابن حيّان، والخوارزميّ، وأبو بكر الرّازيّ، والبيرونيّ وغيرهم.

ولكن اليوم نرى أنّ كثيرا من الدّول الغربيّة لها سيطرة عظمى على الدّول الإسلاميّة في جميع مجالات الحياة. بعبارة أخرى نستطيع أن نقول أنّ المسلمين اليوم اصبحوا من المتأخّرين، بينما صار الغربيّون من المتقدّمين في جميع مجالات الحياة.

فإذا أراد المسلمون أن يتقدّموا مرّة ثانية، فعليهم أن يرجعوا إلى التّعاليم الإسلاميّة بما فيها من القيم العظيمة: وعلى جميع المسلمين أن يشعروا بمسؤوليّتهم في طلب العلم، لأنّ العلم هو الّذي سيحملهم إلى التّقدّم.

Sumber : Buku Bahasa Arab terbitan Erlangga tahun 2012

Categories: لغة العربية | Tag: | Tinggalkan komentar

Sang Praktisioner yang Terkutuk Terlahirkan

lightness

Aku berada di sebuah tempat yang semua orang mengatakan ini mungkin adalah tempat yang terkutuk (kalau saja mereka tahu akan hal tersebut). Aku bergerak ke arah yang berlawanan dari arah itu aku akan menemukan hal kesejukan dan ketentraman yang menghiasi setiap sudut ruangan itu. Namun aku tidak tahan dalam hitungan beberapa detik saja karena aku hidupnya tidak ditakdirkan untuk hidup di tempat yang penuh dengan ketentraman. Aku seorang yang belajar dan mengenal seluruh seluk-beluk yang bahkan orang lain mungkin tidak tahu. Aku mengenal seluruh hal yang ada di dunia ini. Namun orang yang dikenal sebagai ‘Sang Praktisioner’ ini tidak menghiraukan segala hal yang akan terjadi di sini. Itu hal buruk yang pernah ia lakukan, ya, sang praktisioner. Aku tidak terlalu menyukainya. Di sangat bengis dan terkadang berkata-kata dengan dirinya sendiri dengan kata-kata yang orang lain sendiri tidak dapat dengan mudah menterjemahkannya.

Wolmc trass blastyut. Myakh khieter[1],” katanya dengan merdu di depan kaca atau di dalam khayalannya.

Bahasa yang tercipta dalam pikiran orang yang tidak mengenal lagi apa arti dari kehidupan. Dialah sang praktisioner. Praktisi yang gagal dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Memang tak layak untuk dikatakan sebagai sang praktisioner. Namun, kegagalannya menjadikannya sebuah kesuksesan yang hebat dan terkendalikan ke seluruh putaran angin yang dihembuskannya. Ia mampu mengeluarkan angin sepoi-sepoi yang menyeringai hati setiap orang. Hinggap tepat di ornamen-ornamen hati orang yang lewat. Lupa tempat, waktu dan keadaan mereka.

Malam adalah waktu yang tepat untuknya pergi ke suatu tempat yang jauh yaitu pikiran dan hati sendiri. Waktu malam yang menenangkan tempat tujuan yang indah memang tak diragukan lagi untuk melihat dengan seksama.

Et ipsa scienta potestas est[2],” hinggap terbukalah dan hari itulah hari kelahiran sang praktisioner.

Sang praktisioner dilahirkan dari keputusaasan seorang insan manusia yang terluka hatinya dalam-dalam. Aku tahu kapan dia lahir, di mana, dan bagaimana ia terlahir di dunia yang dari sisi gelap dan terang selalu ada mengikutinya di belakang.

Aku teringat bahwa sang praktisioner tidak dengan mudah mengiginkan kehidupan akhirat. Ia memiliki seribu keinginan di dunia ini. Yang kesemuanya itu adalah impian belaka yang tak patut diangan-angankan dan dijadikan sebuah kenyataan. Dan dia terlahir dengan tujuan seperti itu.

Sang praktisioner ini terlahir bagaikan permata yang berkilauan dengan cerah gemilang. Namun sebenarnya ia hanya sebuah pantulan dari sinar matahari yang cahayanya datang sendiri. Sedangkan sang praktisioner tidak menghasilkan cahayanya sendiri, ia memanfaatkan kesetiaan sang matahari yang selalu mengeluarkan cahaya 24 jam per hari, walaupun pada malam hari ia memantulkan sinarnya ke bulan yang anggun di malam hari. Sungguh jahat kau sang praktisioner, kau membodohi seluruh manusia kau tahu akan hal itu, kan? Ingatlah sang praktisioner, kau terlampau jauh melakukan sesuatu yang sederhana.

“Sang praktisioner yang kejam, kau pengkhianat!” kataku dengan alunan marah yang merdu.

Waktu terlahir dia sangat imut dan menderu hatiku untuk mengikuti perkataannya. Namun janji hanya sekedar janji. Ia menipu dengan janji-janji manisnya yang ditebar-tebarkannya di hadapan setiap orang manusia.

Pada saat ia lahir seluruh alam jagat raya tubuh kan menjadi gelap, terang tertutupi oleh sang praktisioner kecil yang ingin keluar dari sudut kegelapan. Sungguhpun ia menjadi besar ketika telah keluar dari lubang kegelapan yang kecil. Ia memerlukan setidaknya cukup keputusasaan, banyak kekecewaan, dan banyak penderitaan yang disesalkan untuk keluar dari lubang kecil yang gelap di sudut.

Sang praktisioner ada di seluruh dunia ini. Dia mengetahui seluruh bahasa dunia tergantung dari mana asal lingkungannya, seperti anak yang dilahirkan dalam keluarga Inggris maka ia akan mengetahui bahasa Inggris. Jika ada sepuluh orang di dunia ini maka akan ada sepuluh juga sang praktisioner. Dan dulu sang praktisioner telah melancarkan dan menjalankan beberapa misi-misinya yang sampai sekarang masih terus-menerus dilakukannya untuk seluruh umat manusia. Dia berpura menjadi teman manusia hingga sampai sekarang.

Sang pratisioner terlahir dengan kata-kata et ipsa scienta potestas est yang artinya ilmu adalah kekuatan. Ketika ia terlahirkan di dunia ini terucapkan kata-kata itu yang maksudnya ia harus ingat bahwasannya ilmu adalah kekuatannya untuk bertahan di dunia yang kejam dan disulitkan ini. Sang praktisioner sendiri yang menanamkan dalam dirinya sendiri, tepatnya pada DNA-nya, untuk mengucapkan kata-kata itu. Ketika terucap dia terus belajar dan belajar hingga dia menjadi kuat.

Aku membencinya. Kami telah berselisih lama bahkan ketika dia masih di dalam sudut kegelapan. Aku telah berbicara dengannya. Sangat menyenangkan memang berbicara dengannya pertama kali namun dia mengkhianati diriku. Bahkan sebenarnya aku ingin membunuhnya, sang praktisioner itu. Dia bahkan sok ikut campur dalam segala kegiatanku. Dengan memutuskan seluruh hubungan kami, aku tidak pernah lagi berbicara dengannya, cukup sudah dan aku ingin mengakhirinya.

Dan akhirnya kehidupan kami menjadi perselisihan dunia yang berujung kepada akhirat dengan membawa nama Tuhan. Namun aku sering terbuai oleh rayuannya yang tak terelakkan. Aku akan tetap bangkit dan melawan si Praktisioner, bertarung dengan otak, mengangkat pena, berdiskusi dan berdebat, tentunya melalui jalan diplomatik, tidak ada kekerasan yang akan membekas di dalam hingga sampai suatu saat tiba aku terlepas dari cengkrama sang Praktisioner.


[1] Bahasa Azzien ciptaan Sang Praktisioner yang dari kalimat itu artinya kejayaanku adalah hidupku. Aku bisa.

[2] Bahasa Latin yang artinya ilmu adalah kekuatan.

Categories: Sang Praktisioner | Tag: | Tinggalkan komentar

Bahasa Korea

Gambar

Belakangan ini, Korea menjadi terkenal berkat Drama dan Film Korea yang sedang membuming, seperti Drama Boys Before Flowers, He Is Beautiful, dan lain-lain. Banyak dari para penggemar film tersebut tergila-gila dan bahkan tidak banyak yang mempelajari bahasa dan Korean style. Nah, dari itu saya menulis tentang Bahasa Korea ini. 

Bahasa Korea termasuk ke dalam kelompok bahasa Altaik, namun ada beberapa ahli yang mengklasifikasikannya ke dalam bahasa yang terisolasi. Dan bahasa Korea memiliki beberapa kesamaan dengan bahasa Jepang yang status kekerabatan yang kurang jelas. 

Bahasa Korea (한국어 / 조선말 baca: hangugo/ joseonmal) adalah bahasa yang digunakan oleh Korea Selatan, Korea Utara dan prefektur Yanbian di Cina sebagai bahasa resmi mereka.  

Bahasa Korea menggunakan sistem tulisan Hangul sebagai pengganti dari sistem tulisan Hanja yang mengadopsi huruf dari bahasa Cina. Hangul diperkenalkan oleh Raja Sejong (세정대왕 baca: sejeong dae wang) pada abad ke- 15. Sejarah penggunaan Hangul ini sangatlah panjang pada pertama kali perkembangannya, tulisan ini ditolak dan tidak dipergunakan oleh kaum bangsawan, pelajar dan Konfusianisme. Padahal tujuan raja Sejong itu baik, yaitu agar supanya semua rakyat bisa membaca huruf yang pada saat itu huruf Hanja hanya bisa dibaca oleh kaum bangsawan, pelajar dan Konfusianisme. Keinginana raja supanya rakyat bisa membaca adalah agar informasi yang tersampaikan ke masyarakat itu cepat dan mudah. Namun kelompok bangsawan, pelajar dan Konfusianisme berdalih bahwa kalau masyarakat bawah bisa membaca itu berarti merendahkan derajat kebangsawanan mereka. Namun, perkembangan terus berlangsung abad ke abad, tulisan Hangul mulai diterima oleh masyarakat umum di Korea hingga sekarang.

 Oh, ya ada sedikit info kalo ternyata Hangul punya banyak sebutan loh yaitu

  1. Nama asli hangul yaitu Hunminjeongeum (훈민정음)
  2. Di Korea Utara disebut dengan sebutan Joseonmal (조선말) nah kalo di Korea Selatan yah disebut Hangul (한글)
  3. Achimgeul (아침글 “writing you can learn within a morning”)
  4. Gugmun (국문 “national script”)
  5. Eonmun (언문 “vernacular script”)
  6. Amgeul (암글 “women’s script”; also written Amkeul 암클)
  7. Ahaetgeul tau Ahaegeul (아햇글 tau 아해글 “children’s script”)

Thanks for reading….

 

Categories: Uncategorized | Tag: , | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Categories: Uncategorized | 1 Komentar

Blog di WordPress.com.